Selasa, 29 Maret 2016

Bendera Merah Putih Di Papua

  

Bendera Merah Putih.

Mohon ijin melaporkan kejadian di polsek Puncak Jayawijaya, telah terjadi pemukulan kepada tiga orang anggota brimob yang dilakukan oleh mantan napi asal Sinak Puncak Jayawijaya yang mengakibatkan tiga anggota brimob langsung roboh tersungkur dan saat ini masyarakat masih mengamankan Pelaku.

Oleh komandan brimob Sinak Puncak Jayawijaya, dilaporkan kronologi kejadian sebagai berikut :

Pelaku adalah Anggota OPM bernama Abraham Goram ditangkap TNI dan dipenjara selama sepuluh tahun. Dalam penjara, Om Bram (Panggilan Pelaku) diajari lagu BERKIBARLAH BENDERAKU Setiap pagi, siang, sore dan malam wajib dinyanyikan, selama sepuluh tahun.

Saat bebas, Om Bram sangat cinta tanah air dan NKRI.
Pas pulang, lewat depan asrama brimob, karena sudah pukul enam sore, Oom Bram ada lihat Anggota Brimob kasih turun bendera. Om Bram lari dengan cepat menuju ke Brimob di tiang bendera dan buang pukulan dengan balok lima sepuluh langsung brimob tiga tumbang..

Saat ini Om Bram sedang ditangkap dan masih dalam pemeriksaan, dan ... berikut hasil pemeriksaannya :

Brimob : knapa ko pukul brimob?? JAWAB..!!!!

Om Bram : saya pukul karena di penjara saya diajar BERKIBARLAH BENDERAKU, LAMBANG SUCI GAGAH PERWIRA.. SIAPA BERANI MENURUNKAN ENGKAU, SERENTAK RAKYATMU MEMBELAAAA!!! Jadi saya salah apa????? JAWAB!!! (Om Bram pukul meja dengan marah..)

Brimob dengan heran bertanya lagi : tapi ini memang jam bendera harus turun. Jam tuju pagi dikibarkan, jam nam sore diturunkan.. Itu aturannya..!!

Om Bram : OMONG KOSONG..!!! Di lagu itu tidak ada yg bunyi BERKIBARLAH BENDERAKU, LAMBANG SUCI GAGAH PERWIRA.. NAIKAN JAM 7 TURUNKAN JAM 6... Jadi tolong jangan tipu-tipu kami rakyat yaaaaa..!!!!

Komandan Brimob langsung pingsan.


😃😃😃

Makanya klo kasi pelajaran sama kita orang di Papua hrs jelas dan terang benderang.



😛✈😜

Tidak ada komentar:

Posting Komentar