Kisah Nyata di Malam Jum'at....
Dari Cirebon Dalban malam ini ke Jakarta dengan bis malam, maksudnya ingin ke tempat teman-teman yang ada di Rawa Mangun pondok Gus Nuril.
Tiba-tiba seorang kakek tua naik dan menawarkan buku-buku pada penumpang.
“Bukunya nak? Ada macam-macam nih. Buku silat, cinta-cintaan, agama, dan lain-lain”, ujar si Kakek.
Dalban yang sedang tidak bisa tidir pun tertarik. “Ada buku horor ga Kek?”
“Oh suka cerita horor ya? Kebetulan sisa satu, Pas lagu ceritanya. Tentang bis yang ditinggali banyak arwah penasaran. Judulnya ‘PENUNGGU BIS BERDARAH'. Serem banget pokoknya.”
“Boleh juga tuh, berapa harganya Kek ?”
“Rp 195.000, Nak”
“Wow, mahal banget, Kek”.
“Ya namanya juga buku Best Seller, Pengarangnya juga sangat terkenal, Semua yang baca buku ini kabarnya syok loh waktu baca endingnya," si Kakek promosi ala salesman.
Dalban pun mengalah.
Entah kenapa, pada saat ia serahkan uang tersebut ke kakek, tiba-tiba petir menggelegar padahal di jalan engga hujan.
Angin mulai bertiup kencang, dan bis berjalan terseok-seok...
Si Kakek turun dari bis kisaran masuk ke pintu Tol Cipali, tiba-tiba berhenti dan menolehkan wajahnya pelan-pelan ke Dalban.
“Nak," ujarnya lirih, “Apa pun yang terjadi, harap jangan buka halaman terakhir. Ingat, apapun yg terjadi. Kalau tidak nanti kamu akan menyesal dan saya tidak mau bertanggung jawab.”
Jantung Dalban berdegup kencang. Saking takutnya, ia sampai tidak mampu menganggukkan kepala hingga si kakek turun dari bis dan menghilang ditelan kegelapan.
Paada saat hampir sampai di Tol Cikampek Dalban selesai membaca seluruh buku tersebut. Kecuali halaman terakhir.
Dan memang benar seperti yang dikatakan si Kakek, buku itu benar-benar menegangkan dan menyeramkan.
Bis melaju kencang, dan hujan turun deras di sepanjang Tol Cikampek menuju jakarta. Kilat menyambar bergantian, terdengar suara guruh menggelegar. Dalban melihat sekeliling dan ternyata semua penumpang sudah terlelap. Bulu kuduknya merinding.
“Baca halaman terakhirnya ga ya?," pikir Dalban bimbang. Antara penasaran dan rasa takut berbaur jadi satu. Di luar malam tampak makin gelap. “Ah sudahlah, sekalian aja. Nanggung!”
Dengan tangan gemetar ia pun membuka halaman terakhir buku tersebut secara perlahan.
Dan akhirnya tampak lembaran kosong dengan sepotong tulisan di bagian pojok kanan atas. Sambil menelan ludah, Dalban membaca huruf demi huruf :
Judul : PENUNGGU BIS BERDARAH.
Pengarang : Duyung Dayani
Penerbit : CV. Angin Ribut
Harga Pas : Rp. 10.500 ...
πππππ