Selasa, 03 Maret 2015

Hati-Hati Malam-Malam Naik Taksi Di Jakarta

  


Kejadian ini terjadi pada hari Kamis alias malam Jumat seminggu yang lalu, dan demi melindungi korban, kita sebut saja namanya 'Linda.'

Karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan, malam itu Linda bekerja sampai larut malam di kantornya di daerah Kuningan.

Kira-kira pukul 11 malam, Linda memesan taksi untuk mengantarnya pulang ke rumah kosnya.

“Kebon Jeruk ya Pak,” ujar Linda. 

Sopir taksi itu hanya menggangguk dan langsung menjalankan taksi.

Selama perjalanan tidak terjadi percakapan antara Linda dan Sopir taksi. Mungkin Linda merasa capek karena bekerja sampai larut malam. Sopir taksi juga tidak berniat untuk berkomunikasi.

Sekitar 20 menit lamanya keheningan terjadi, tiba-tiba Linda ingat kalau ia tidak membawa cukup uang buat ongkos taksi. Di dompetnya cuma ada sekitar Rp 25.000 saja, sedangkan biasanya dengan uang toll dan tips ia mesti membayar Rp 40.000 - Rp 50.000.

Linda lalu mencolek pundak Sopir taksi dengan maksud berhenti dulu di daerah Pejompongan untuk mengambil uang di ATM. Ketika pundaknya dicolek, tiba tiba Sopir taksi itu secara membabi buta membanting setirnya ke kanan dan ke kiri sambil berteriak histeris, untung akhirnya Sopir taksi dapat mengendalikan mobilnya. 

Untung juga Linda dan Sopir taksi tidak mengalami kecelakaan serius.

Sopir taksi itu kemudian menoleh dan berbicara dengan Linda : “Maaf ya Bu, Ibu nggak apa-apa kan? Ibu sih colek-colek pundak saya, kagetnya setengah mati bu!!” 

“Lho, masa sih dicolek pundaknya aja kaget!” jawab Linda heran.

“Soalnya ini hari pertama saya jadi Sopir taksi, Bu.”

“Emangnya pekerjaan bapak sebelumnya apa?” Tanya Linda penasaran.

"Sebelumnya selama 20 tahun saya jadi sopir mobil jenazah ...

🚑

Tidak ada komentar:

Posting Komentar