Jumat, 04 Desember 2015

Sidang





Sidang Rekaman


Hakim : apakah benar suara yg baru kita dengarkan tadi hasil dari rekaman saudara sendiri? 

Saksi : benar yang mulia 

Hakim : saudara kok berani beraninya membuat rekaman, apa dasar/alasan saudara untuk merekam sendiri? 

Saksi : karena tidak satupun perusahaan rekaman yg bersedia untuk melakukannya pak.

Hakim :   ??????? 

Pusing .....



πŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜ƒ



Ini cuplikan dialog sidang Saudara


+ Sodara pengadu, anda kenal dgn sodara SN? 
- Tidak yg mulia...
+ Lho, gak kenal kok bisa ngaduin sodara SN? 
- Saya tidak ngaduin sodara SN, yg mulia? 
+ Sik, sik, sik... lha terus buat apa kita gelar sidang? Sodara jangan maen2 lho ya? 
- Tidak, yg mulia.... saya ngaduin SN, bukan sodaranya, yg mulia! Dan saya jugak ndak kenal sama sodara SN.


 
Cuplikan sidang nama Saudara


+ Sodara pengadu, sodara tahu kenapa dipanggil MKD? 
- Ndak tau, yang mulia.
+ Lho, gimana ini. Sodara dipanggil MKD untuk mempertanggungjawabkan aduan sodara!
- Tapi nama saya SS, yang mulia, bukan MKD! Kenapa saya dipanggil MKD, yang mulia? 
+ (kepada rekannya) Wis, rek! Aku prei dadi yang mulia.... 



πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ‘…πŸ‘…πŸƒπŸ»πŸƒπŸ»

Tidak ada komentar:

Posting Komentar