OBAMA vs JOKOWI
Senang dengan terpilihnya Jokowi sebagai Presiden RI, Obama segera berkunjung ke Indonesia. Ia ingin jadi pemimpin dunia pertama yang memberi selamat kepada Jokowi. Jokowi menyambutnya dengan hangat. Tentu saja seperti biasa, tak ketinggalan acara blusukan. Berdua mereka blusukan ke beberapa tempati di Jakarta. Sepanjang perjalanan Obama memanggil Jokowi dengan akrab, Mas Joko.
Waktu lewat di pinggir kali Ciliwung Obama heran melihat banyak orang sedang nongkrong di pinggir kali.
"Mas Joko, itu mereka sedang apa? Lagi berak ya?" tanya Obama.
"Iya. Kok njenengan tahu?"
"Lha, tahu to, Mas. Saya kan alumnus kali Ciliwung juga. Dulu waktu tinggal di Menteng sering juga saya boker di Ciliwung."
"Oooo, ndeso juga rupanya."
"Iya. Tapi itu dulu. Saya kaget ternyata kebiasaan jorok ini masih berlangsung juga. Revolusi mental belum berjalan ya di sini? Tahu nggak, kalau di Amerika ada yang kayak gitu sekarang akan saya tembak."
Jokowi rada tersinggung. Dia tahu rakyatnya masih suka berak di kali. Tapi masak sih di Amerika nggak ada yang begitu? Menurut dia di seluruh dunia pasti ada yang namanya river-boker, alias pemberak kali.
Segera dia rencanakan kunjungan ke Amerika. Sengaja dia pilih hotel di pinggir kali. Dia berniat mempermalukan Obama yang sombong itu. Binggo, Jokowi beruntung. Tak lama setelah mengintai lewat teropong, dia menemukan seseorang sedang berak di pinggir kali. Segera dia telepon Obama.
"Hey, aku sudah menemukan orang berak di kali. Di sini aku juga sudah siapkan bedil supaya kamu bisa menembaknya." begitu kata dia lewat telpon ke Obama.
Obama bergegas ke hotel tempat Jokowi menginap, dan melihat melaui teropong. Benar, ada yang sedang berak di kali. Jokowi tersenyum menang sambil menyodorkan bedil. "Tembak dia." perintahnya pada Obama.
"Maaf aku tidak bisa." jawab Obama
"Ah, kau ini melanggar janji."
"Bukan begitu. Aku tak bisa menembak orang ini. Tak boleh."
"Kenapa?"
"Dia punya kekebalan diplomatik. Dia duta besar ...........ia"
😐
Tidak ada komentar:
Posting Komentar